ARCHAEOLOGY #022
๐ซ๏ธ THE PROBLEM OF SUSAN โ KENAPA DIA "DIKELUARKAN"
Dari tujuh anak manusia yang pernah menjadi raja dan ratu Narnia, hanya satu yang tidak hadir di akhir cerita: Susan Pevensie. Chapter ini menggali salah satu keputusan paling diperdebatkan dalam seluruh Chronicles of Narnia โ apa yang sebenarnya dikatakan teks tentang nasib Susan, apa yang tidak dikatakannya, dan bagaimana C.S. Lewis sendiri, di luar novel, memandang masa depan karakter ini.
๐ 1. Susan the Gentle โ salah satu penguasa keempat Narnia
Susan adalah salah satu dari empat Pevensie bersaudara yang pertama kali memasuki Narnia lewat lemari pakaian (lihat #008), dan menjadi salah satu dari empat raja dan ratu yang memerintah pada masa keemasan Narnia setelah kekalahan White Witch.
Gelarnya adalah "Susan the Gentle" โ dan ia juga dikenal sebagai "Queen Susan of the Horn" karena hubungannya dengan terompet ajaib yang kelak menjadi penting dalam Prince Caspian (lihat #014). Ia juga tampil sebagai karakter dewasa yang bijaksana dalam The Horse and His Boy, di mana kehati-hatiannya โ yang di buku-buku sebelumnya kadang digambarkan sebagai kelemahan โ justru ditunjukkan sebagai kualitas yang berharga.
๐ 2. Tidak berada di kereta
Dalam The Last Battle, seluruh karakter utama dari dunia manusia โ Peter, Edmund, Lucy, Eustace, Jill, bersama Digory dan Polly (lihat #004 dan #008) โ dipertemukan kembali di Narnia yang sesungguhnya setelah mereka semua ternyata meninggal dalam kecelakaan kereta di dunia mereka sendiri.
Susan tidak ada di antara mereka โ bukan karena ia mati dan dikecualikan, melainkan karena ia secara harfiah tidak berada di kereta itu. Ini adalah detail penting yang sering diabaikan dalam perdebatan tentang "Problem of Susan": Susan tidak "dijatuhi hukuman" dan dikeluarkan dari surga โ ia sekadar masih hidup di dunia manusia ketika seluruh keluarganya meninggal.
๐ฌ 3. Kalimat yang memicu perdebatan berabad-abad
Ketika Tirian, raja terakhir Narnia, bertanya tentang keberadaan Susan, saudara-saudaranya menjelaskan bahwa ia "bukan lagi teman Narnia." Jill menambahkan bahwa Susan kini hanya tertarik pada nylon, lipstik, dan undangan pesta, dan selalu terlalu ingin terlihat dewasa. Lady Polly menambahkan komentar bahwa Susan menyia-nyiakan masa sekolahnya ingin cepat dewasa, dan akan menyia-nyiakan sisa hidupnya berusaha tetap terlihat muda.
Kalimat-kalimat inilah yang memicu perdebatan panjang di kalangan pembaca dan bahkan penulis lain โ termasuk J.K. Rowling dan Philip Pullman, yang secara terbuka mengkritik pilihan Lewis ini, dengan interpretasi umum bahwa Susan "dihukum" karena mulai tertarik pada seksualitas dan kedewasaan.
๐ 4. Apa yang sebenarnya dikatakan teks โ dan yang tidak
Penting untuk archaeology ini membedakan antara apa yang secara eksplisit dinyatakan novel dan interpretasi yang berkembang di sekitarnya. Teks The Last Battle sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Susan dihukum secara permanen atau "dikirim ke neraka" โ ia digambarkan sebagai masih hidup di dunia manusia, dengan implikasi bahwa jalan hidupnya belum selesai.
Alasan yang diberikan bukan tentang seksualitas secara eksplisit โ melainkan tentang kecenderungannya menyangkal dan menolak untuk mengakui kenyataan masa kecilnya di Narnia, memilih menganggapnya sebagai "permainan lucu masa kecil" alih-alih pengalaman nyata. Ini lebih dekat pada tema penyangkalan dan penolakan terhadap kebenaran, ketimbang hukuman atas kedewasaan atau seksualitas itu sendiri โ meski banyak pembaca (termasuk penulis-penulis besar lain) tetap membaca implikasi tersebut sebagai bias terhadap femininitas dewasa.
โ๏ธ 5. Apa yang dikatakan Lewis sendiri, di luar novel
Salah satu sumber paling penting untuk memahami maksud Lewis adalah surat-suratnya kepada pembaca muda, yang memberikan konteks yang tidak ada dalam teks novel itu sendiri.
Dalam sebuah surat tahun 1957 kepada seorang pembaca muda bernama Martin, Lewis menulis bahwa novel-novelnya tidak menceritakan apa yang terjadi pada Susan setelahnya: ia digambarkan tetap hidup di dunia ini pada akhir cerita, telah menjadi wanita muda yang agak sembrono dan sombong โ tapi, tulis Lewis, masih ada banyak waktu baginya untuk berubah, dan mungkin ia akan sampai ke negeri Aslan pada akhirnya, dengan caranya sendiri.
Dalam surat lain kepada seorang gadis bernama Marcia, Lewis mengonfirmasi bahwa ia memang sejak awal berniat membuat Susan "kehilangan arah" dalam The Last Battle โ sisi dirinya yang terlalu ingin terlihat dewasa semakin menguat dan membuatnya melupakan Narnia.
Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Lewis pernah mendorong seorang pembaca untuk menulis sendiri kisah lanjutan perjalanan spiritual Susan โ meski detail dan konteks pasti dorongan ini tidak sepenuhnya jelas dan sebagian besar berasal dari anekdot sekunder, bukan surat yang terdokumentasi secara luas seperti dua surat di atas.
โ๏ธ 6. Perdebatan yang tetap terbuka
Terlepas dari klarifikasi Lewis di luar teks bahwa nasib Susan belum final, banyak pembaca dan kritikus tetap merasa keberatan dengan cara novel menggambarkan alasan ketidakhadirannya โ terutama karena bahasa yang digunakan ("nylon dan lipstik") terasa spesifik menargetkan femininitas dan ketertarikan seksual yang baru berkembang, terlepas dari apa yang secara teknis dimaksudkan Lewis.
J.K. Rowling secara terbuka menyatakan keberatannya, menafsirkan bahwa Susan kehilangan tempatnya karena "menemukan seks" โ sebuah pembacaan yang, meski diperdebatkan validitasnya oleh pembela Lewis, tetap menjadi pembacaan yang sangat umum dan berpengaruh, termasuk menginspirasi karya-karya lain seperti cerpen "The Problem of Susan" karya Neil Gaiman (2004), yang secara sengaja ditulis untuk menyoroti ketidaknyamanan ini.
๐ Status Lore
๏ฟฝ Canon: Susan adalah salah satu dari empat raja-ratu Narnia; gelarnya "the Gentle" dan "of the Horn"; ia tidak berada di kereta yang membawa karakter lain ke kematian mereka di The Last Battle; saudara-saudaranya menyatakan ia "bukan lagi teman Narnia"; alasan yang diberikan berkaitan dengan minatnya pada nylon, lipstik, undangan, dan keinginannya terlihat dewasa, serta kecenderungannya menyebut Narnia sebagai "permainan masa kecil."
๏ฟฝ Reconstruction: interpretasi bahwa alasan ketidakhadiran Susan secara implisit menargetkan seksualitas/femininitas dewasa (bukan murni tentang penyangkalan/penolakan kenyataan) adalah pembacaan yang sangat luas dianut pembaca dan kritikus (termasuk J.K. Rowling dan Philip Pullman) namun tetap merupakan interpretasi, bukan pernyataan literal dalam teks.
Tidak diketahui: apakah Lewis benar-benar secara langsung dan terdokumentasi mendorong pembaca tertentu untuk menulis kelanjutan kisah Susan โ klaim ini beredar luas namun sumber utamanya kurang terverifikasi dibanding dua surat (kepada Martin dan Marcia) yang lebih terdokumentasi.
๐งญ Connection Map
๐ง The Central Idea
"Problem of Susan" menjadi begitu abadi sebagai topik perdebatan bukan karena teks novel memberikan jawaban yang jelas dan final, melainkan justru karena sebaliknya: novel meninggalkan kekosongan naratif yang disengaja, dan kekosongan itu diisi pembaca dengan interpretasi mereka sendiri โ sebagian besar mengarah pada pembacaan yang jauh lebih keras dan final daripada yang sebenarnya dimaksudkan Lewis, sebagaimana ia klarifikasi sendiri lewat surat-suratnya. Archaeology ini mengungkap jarak antara apa yang sebenarnya tertulis dalam teks (ketidakhadiran yang belum final, dengan harapan eksplisit untuk masa depan) dan apa yang diwariskan secara budaya sebagai "kebenaran" tentang nasib Susan (pengecualian permanen karena kedewasaan/seksualitas) โ sebuah kesenjangan yang menunjukkan betapa kuatnya interpretasi pembaca bisa membentuk ulang makna sebuah karya, terlepas dari niat aslinya.
๐ Primary Sources
C.S. Lewis โ The Last Battle (1956)
C.S. Lewis โ surat kepada Martin (1957) dan Marcia (1955), dikutip dalam berbagai kompilasi surat Lewis