ARCHAEOLOGY #003
π² AEGON'S CONQUEST
Tiga dragon dan satu ambisi mengubah tujuh kerajaan yang saling bertikai menjadi satu negara. Tapi konsekuensi paling menarik dari Conquest bukan wilayah yang berhasil ia taklukkan β melainkan satu wilayah yang tidak pernah berhasil ia taklukkan.
π₯ 1. Tiga dragon terakhir mendarat
Sekitar 2 tahun sebelum Conquest (2 SC), Aegon Targaryen β bersama kedua saudari sekaligus istrinya, Visenya dan Rhaenys β mendarat di muara Blackwater Rush dengan tiga dragon: Balerion the Black Dread, Vhagar, dan Meraxes. Saat itu Westeros terbagi menjadi tujuh kerajaan independen yang terus berperang satu sama lain.
Kebetulan yang mengerikan: pada hari yang sama Aegon mendarat, King Harren the Black dari House Hoare baru saja menyelesaikan pembangunan Harrenhal β kastil terbesar yang pernah dibangun di benua itu.
π 2. Menaklukkan enam dari tujuh kerajaan
Tidak semua wilayah ditaklukkan lewat pertempuran. Beberapa menyerah secara sukarela:
- The Vale menyerah tanpa pertempuran setelah Visenya terbang ke Eyrie dengan Vhagar dan meyakinkan Ronnel Arryn muda (yang justru senang bisa menaiki dragon).
- The North di bawah Torrhen Stark memilih berlutut tanpa melawan setelah melihat kekuatan Aegon β sejarah kemudian menjulukinya "the King Who Knelt."
- The Iron Islands ditaklukkan lewat invasi militer pada 2 AC, dan Aegon mengizinkan penduduknya memilih Vickon Greyjoy sebagai Lord baru.
Sementara itu House Hoare dan pasukannya hancur total dalam Burning of Harrenhal, ketika Aegon menerbangkan Balerion di atas kastil raksasa itu dan melelehkan menara-menaranya β sebuah adegan yang sampai era Robert Baratheon masih menjadi simbol peringatan tentang kesombongan.
βοΈ 3. The Field of Fire
Pertempuran paling menentukan dalam Conquest terjadi ketika pasukan gabungan Reach dan the Rock β dipimpin King Mern IX Gardener dari Highgarden dan King Loren Lannister dari Casterly Rock β mencoba menghentikan Aegon dalam satu pertempuran terbuka besar. Inilah satu-satunya pertempuran dalam Conquest di mana ketiga dragon Targaryen dilepaskan sekaligus.
Pasukan gabungan itu hancur lebur. King Mern tewas terbakar. King Loren menyerah dan berlutut β dan sebagai gantinya diizinkan tetap memerintah the Rock sebagai bannerman Targaryen alih-alih dihabisi.
ποΈ 4. Penobatan di Oldtown
Setelah Field of Fire, Aegon memasuki Oldtown dan dinobatkan oleh High Septon sebagai raja pertama Seven Kingdoms β momen yang kemudian dipakai maester sebagai titik nol kalender Westeros (AC = After Conquest, BC = Before Conquest). Menurut catatan resmi, Conquest berlangsung sekitar dua tahun sejak pendaratan sampai penobatan ini.
π 5. Dorne yang menolak tunduk
Di sinilah Conquest berhenti tanpa selesai.
Rhaenys Targaryen, terbang di atas Meraxes, memimpin pasukan ke Dorne lewat Prince's Pass. Tapi ia hanya menemukan kastil-kastil kosong. Rakyat Dorne sudah menghilang ke gunung dan gurun mereka sendiri, meninggalkan pasukan Targaryen tanpa lawan untuk dilawan.
Di Sunspear, Rhaenys akhirnya bertemu Meria Martell, sang Princess of Dorne yang saat itu sudah berusia 80 tahun, hampir buta, dan dijuluki musuh-musuhnya "the Yellow Toad of Dorne." Meria menolak tunduk dengan kata-kata yang kemudian dicatat sejarah:
"You may burn us, my lady, but you will not bend us, break us, or make us bow. This is Dorne. You are not wanted here. Return at your peril."
Menyadari biaya menaklukkan Dorne akan sangat besar tanpa jaminan kemenangan, Rhaenys mundur. Aegon memutuskan untuk sementara membiarkan Dorne merdeka dan fokus mengonsolidasikan enam kerajaan lain yang sudah ia kuasai.
π©Έ 6. First Dornish War dan "Dragon's Wroth"
Konflik dengan Dorne tidak berhenti di situ. Bertahun-tahun kemudian, Aegon kembali mencoba menaklukkan Dorne dalam apa yang dikenal sebagai First Dornish War. Dorne kembali menolak pertempuran terbuka, memilih taktik gerilya: membakar ladang sendiri, meracuni sumur, dan menghilang ke padang pasir sehingga pasukan Targaryen mati kelaparan dan kehausan.
Titik paling menyakitkan bagi Aegon terjadi ketika Rhaenys β saudari sekaligus istrinya β tewas bersama Meraxes, ditembak jatuh oleh scorpion bolt raksasa. Dilanda amarah dan duka, Aegon melancarkan periode pembalasan brutal yang dikenal sebagai the Dragon's Wroth, membakar benteng dan kota-kota Dorne selama bertahun-tahun.
Namun bahkan setelah semua itu, semangat Dorne tidak pernah patah. Perang berakhir bukan dengan penaklukan, melainkan lewat sepucuk surat misterius dari Meria Martell yang isinya tidak pernah diungkap canon β setelah membacanya, Aegon terbang ke Dragonstone dan kembali dengan kesediaan menandatangani perjanjian damai yang secara resmi mengakui kemerdekaan Dorne. Dorne baru benar-benar bergabung dengan Seven Kingdoms dua abad kemudian, lewat pernikahan bukan penaklukan.
πͺ 7. Iron Throne
Sebagai simbol kemenangannya, Aegon memerintahkan agar seribu pedang dari raja-raja dan lord yang kalah dilebur menjadi satu singgasana raksasa yang tidak nyaman untuk diduduki oleh siapa pun β the Iron Throne. Simbolisme ini disengaja: kekuasaan yang direbut lewat api dan darah tidak dimaksudkan untuk terasa nyaman.
π Status Lore
οΏ½ Canon: pendaratan Aegon di muara Blackwater 2 SC; tiga dragon (Balerion, Vhagar, Meraxes); penyerahan Vale, North ("the King Who Knelt"), Iron Islands; Burning of Harrenhal; Field of Fire dan kekalahan Reach-Rock; penobatan di Oldtown oleh High Septon sebagai titik nol kalender AC/BC; kegagalan menaklukkan Dorne, termasuk kata-kata penolakan Meria Martell; kematian Rhaenys dan Meraxes dalam First Dornish War; the Dragon's Wroth; penyatuan Dorne baru terjadi dua abad kemudian lewat pernikahan; pembuatan Iron Throne dari pedang-pedang yang kalah.
οΏ½ Reconstruction: isi surat Meria Martell yang mengakhiri First Dornish War (canon secara eksplisit tidak mengungkap isinya β motivasi Aegon menerima damai adalah inferensi, bukan fakta).
Tidak diketahui: isi persis surat Meria Martell; detail lengkap taktik gerilya Dornish selain garis besarnya.
π§ Connection Map
π§ The Central Idea
Yang paling diingat dari Aegon's Conquest sering kali bukan kemenangannya, melainkan kegagalannya. Enam kerajaan bisa ditundukkan lewat kombinasi kekuatan dan diplomasi β tetapi Dorne menunjukkan sesuatu yang akan terus bergema sampai era Robert Baratheon: dragon bisa membakar kota, tapi tidak bisa memaksa orang untuk tunduk kalau mereka memilih menghilang alih-alih melawan. "Fire and blood" bisa menghancurkan, tapi tidak selalu bisa menaklukkan.
π Primary Sources
George R.R. Martin β Fire & Blood
George R.R. Martin, Elio M. GarcΓa Jr. & Linda Antonsson β The World of Ice & Fire
George R.R. Martin β A Song of Ice and Fire (referensi silang, terutama percakapan Daenerys/Jorah dan Tywin/Arya soal sejarah Conquest)